-->

Rabu, 08 Juli 2026

Selain Katering, Enam Pekerja KDMP Purwajaya Juga Belum Terima Sisa Upah Dari Mandor

Selain Katering, Enam Pekerja KDMP Purwajaya Juga Belum Terima Sisa Upah Dari Mandor

KARAWANG | mediasinfo.net – Permasalahan keuangan pada pelaksanaan proyek KDMP di wilayah Desa Purwajaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, kian menjadi sorotan. Sebelumnya sudah ada keluhan dari penyedia jasa katering yang belum menerima sisa pembayaran biaya konsumsi, kini giliran para tenaga kerja yang turut menyuarakan nasib serupa. Rabu (8/7/2026).
 
Ternyata tidak hanya penyedia katering Ma Rani yang menanggung kerugian akibat belum dilunasinya kewajiban oleh mandor dilapangan, Enam orang pekerja yang terlibat langsung dalam proyek tersebut kini juga harus bersabar menunggu sisa upah kerja yang belum dibayarkan. Mereka menyebut bahwa pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran tersebut adalah mandor lapangan Caslim yang dipanggil Mandor Ulis.
 
Para pekerja yang hingga kini belum menerima hak upahnya tersebut bernama Memed, Misdom, Mubarok, Sahrudin, Arip, dan Awang. Berdasarkan data yang dihimpun dari pernyataan mereka, total akumulasi sisa upah yang belum dibayarkan kepada keenam pekerja tersebut mencapai angka Rp 9.900.000.
 
Salah satu perwakilan pekerja, Memed, mengungkapkan perasaan kecewanya yang mendalam terkait sikap Mandor Ulis yang seolah mengabaikan hak mereka. Menurutnya, mereka telah bekerja dengan sungguh-sungguh menyelesaikan tugas yang dibebankan, namun sampai saat ini janji pembayaran belum juga terwujud.
 
"Kami sangat kecewa dengan Bapak mandor Ulis, Seharusnya kami yang sudah bekerja keras di lapangan haknya bisa dipenuhi dengan baik dan tepat waktu. Namun sampai sekarang sisa upah kami belum ada kejelasannya. Padahal uang tersebut sangat kami butuhkan untuk kebutuhan hidup keluarga sehari-hari," ungkap Memed dengan nada kecewa.
 
Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih terus berusaha menagih haknya kepada mandor Ulis, sekaligus berharap pihak pemilik proyek maupun dinas terkait dapat segera turun tangan memberikan solusi. Mereka berharap masalah ini tidak berlarut-larut dan hak-hak mereka sebagai pekerja dapat segera dipenuhi sesuai kesepakatan yang berlaku.
 
Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak Mandor Ulis maupun pengelola proyek terkait keluhan yang disampaikan oleh para pekerja dan penyedia jasa tersebut.  (Jide).

Baca berita lainnya

Also read other articles

© Copyright 2019 Mediasinfo.net | All Right Reserved