-->

Senin, 09 Februari 2026

Dini Hari yang Pilu di Plawad, Bocah Penjual Roti Takut Pulang Karena Diancam Dipukul

Dini Hari yang Pilu di Plawad, Bocah Penjual Roti Takut Pulang Karena Diancam Dipukul

KARAWANG | Mediasinfo.net – Jarum jam menunjukkan pukul 01.00 WIB dini hari, namun bagi seorang anak kecil bernama Asma, malam belum juga berakhir. 

Di tengah sepinya jalanan Kelurahan Plawad, bocah ini masih mendekap barang dagangannya: tumpukan roti yang belum habis terjual.

Kisah pilu Asma terungkap setelah petugas Linmas yang sedang berjaga di Kelurahan Plawad menemukannya terlunta-lunta.

Penemuan ini segera ditindaklanjuti oleh Ketua LPM Plawad, Hendra Wijaya, yang langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sang anak.

Bukan tanpa alasan Asma masih berkeliaran di waktu yang seharusnya ia gunakan untuk beristirahat. Berdasarkan pengakuan bocah tersebut, ia dilarang pulang sebelum rotinya habis.

"Ia menyampaikan bahwa dipaksa berjualan sampai habis. Jika tidak, berdasarkan pengakuan anak tadi—dan kami ada bukti rekamannya—ia mengaku akan dipukul," ujar Hendra Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (10/2).

Kekhawatiran akan kekerasan fisik itulah yang membuat Asma bertahan di jalanan hingga dini hari, meski tubuh mungilnya nampak kelelahan.

Menyikapi hal tersebut, Hendra Wijaya bersama tim keamanan setempat mengambil langkah cepat. Prioritas utama adalah memastikan keamanan fisik dan mental sang bocah.

Berdasarkan identifikasi awal, Asma diketahui merupakan warga asal Telagasari dan tercatat sebagai siswa di SDN 3 Telagasari.

"Tindakan kita saat ini adalah memastikan anak ini kembali ke rumahnya dengan aman. Sambil berjalan, kami memberikan laporan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lingkungan tersebut," tambah Hendra.

Meski telah diantarkan pulang, kasus ini tidak berhenti begitu saja. Mengingat adanya dugaan kekerasan dan eksploitasi anak di bawah umur, pihak LPM Plawad akan melimpahkan temuan ini kepada pihak berwenang di wilayah Telagasari untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.

"Kami serahkan tindak lanjutnya kepada pihak yang berwenang di wilayah asal anak tersebut. Tugas kami memastikan dia aman malam ini," pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat dan aparat setempat tentang pentingnya pengawasan terhadap perlindungan anak, agar tidak ada lagi "Asma-Asma" lain yang harus menukar waktu sekolah dan istirahatnya dengan rasa takut di jalanan. (Jide).

Baca berita lainnya

Also read other articles

© Copyright 2019 Mediasinfo.net | All Right Reserved