-->

Jumat, 27 Februari 2026

H.Aep Saepuloh Dorong Ekonomi Rakyat Lewat Koperasi di Balonggandu

KARAWANG | Mediasinfo.net – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Balonggandu, Jatisari, Jumat sore (27/2/2026). 

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung perkembangan ekonomi warga.
Ditemani Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Naryanto, dan Sekda Asep Aang Rahmatulloh, Bupati juga membagikan paket sembako kepada warga dan pelaku UMKM setempat.

Bupati menegaskan bahwa hadirnya koperasi ini bukan untuk menyulitkan, melainkan untuk membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah.

"Sesuai pesan Bapak Presiden, ekonomi itu dari rakyat untuk rakyat. Koperasi ini mengambil untung sangat kecil supaya harganya tetap terjangkau oleh masyarakat," ujar Bupati Aep.

Pemerintah Kabupaten Karawang tidak main-main dalam membantu usaha kecil.

Bupati mengungkapkan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp22 miliar khusus untuk membina dan mengembangkan UMKM di Karawang.

Menurutnya, UMKM adalah cara tercepat untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Dukungan TNI untuk Warga

Dandim 0604/Karawang, Letkol Inf Naryanto, menyatakan siap mendukung penuh program pemerintah ini. 

Ia mengapresiasi langkah Bupati yang telah menyiapkan lahan dan fasilitas untuk warga berjualan.

"Alhamdulillah, fasilitasnya sudah siap. Ibu-ibu yang ingin berjualan silakan gunakan tempat ini. Kami ingin memastikan warga Balonggandu makin sejahtera," kata Letkol Inf Naryanto.

Acara ditutup dengan dialog santai antara Bupati dan para pedagang. Dengan kerja sama antara Pemerintah Daerah, TNI, dan warga, KDKMP Balonggandu diharapkan menjadi contoh pusat ekonomi desa yang mandiri di Karawang. (Jide).

Selasa, 03 Februari 2026

Bentuk Rasa Syukur, Pemdes Lemahduhur Akan Menggelar Acara Sedekah Bumi dan Peresmian Jalan

KARAWANG | Mediasinfo.net - Pemerintah Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, pada Rabu besok (4/2) akan menggelar acara peresmian jalan yang dibarengi dengan tradisi hajat bumi (sedekah bumi) merupakan wujud syukur masyarakat atas selesainya jalan Lemahduhur - Tanjungjaya serta hasil pertanian yang melimpah. Selasa (3/2/2026).

Tradisi sedekah bumi memperkuat solidaritas warga dan penghormatan leluhur, sering kali ditandai dengan arak-arakan hasil bumi, zikir bersama, dan doa untuk keberkahan desa. 

Kepala Desa Lemahduhur Agus Hasan mengatakan sedekah Bumi sebuah agenda tahunan yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Desa Lemahduhur yang  kembali diselenggarakan besok Rabu mulai dari pukul 10.00 Wib sampai dengan selesai.

"Sedekah Bumi adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan kepada desa kita. Ini juga sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Lemahduhur, dan acara tersebut sekaligus acara peresmian jalan Lemahduhur - Tanjungjaya yang sudah di selesai di cor, yang sudah sekian puluh tahun baru terealisasi." Ucap Agus Hasan.

Agus Hasan pun berharap dengan adanya acara seperti sedekah bumi generasi muda bisa lebih mencintai dan melestarikan budaya leluhur kita." Pungkasnya. (Jide).

Minggu, 28 Desember 2025

Cadaskertajaya Menjadi Pilkades Pertama Berbasis Digital dan Berjalan Dengan Lancar Tanpa Ada Kendala

KARAWANG | Mediasinfo.net - Desa Cadaskertajaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, mencatat sejarah baru dengan sukses melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang berbasis elektronik digital. Minggu (28/12/2025).

Ketua Panitia Pilkades Cadaskertajaya, Karyadi, menyampaikan sebanyak 2720 warga tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar didua dusun. Dalam Pilkades ini tidak dikenal pemilih tambahan. Hanya pemilih yang terdaftar dalam DPT dan membawa undangan resmi berbarcode yang dapat menggunakan hak pilihnya.

"Pilkades berbasis digital pertama ini bejalan dengan lancar, aman dan kondusif, Saya harapkan pilkades berbasis digital dapat menjadi tolak ukur dan percontohan bagi penyelenggaraan pemilihan kepala desa di Kabupaten Karawang."ujar Karyadi.

Berbeda dari Pilkades konvensional, pemungutan suara dilakukan menggunakan perangkat tablet berbasis layar sentuh. Sistem ini memungkinkan hasil perolehan suara dapat dipantau secara langsung atau real time. Untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis, panitia juga menyiagakan tim teknologi informasi (IT) di setiap TPS.

"Alhamdulillah, hingga penutupan pemungutan suara, seluruh proses berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala. Tim IT selalu siaga jika terjadi gangguan teknis, sementara dari hak pilih dari DPT 2720 orang yang hadir ke TPS 2478 orang dan siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan masyarakat dan diharapkan mampu menjadi pemimpin yang amanah, jujur, serta bertanggung jawab,” pungkas Karyadi selaku Ketua Panitia.

Hasil Pilkades Cadaskertajaya nomor urut 1 Ade Wawan Saputra dengan perolehan suara 1.119 sedangkan nomor urut 2 Nurki memperoleh suara 1.269 dan suara yang tidak sah sebanyak 90, Pilkades Cadaskertajaya yang dimenangkan oleh calon nomor urut 2. (Jide).

Kamis, 18 Desember 2025

PMII Peringatkan Bupati dan Sekda Karawang Atas Tidak Optimalnya Realisasi Anggaran Disdik dan Dinas Pertanian

KARAWANG | Mediasinfo.net - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyampaikan WARNING AKADEMIS kepada Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang atas tidak optimalnya realisasi anggaran pada Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian, dua Organisasi Perangkat Daerah strategis yang bersentuhan langsung dengan hak dasar masyarakat serta masa depan pembangunan daerah.

PMII menilai bahwa realisasi anggaran yang hanya berada di kisaran 70 persen pada kedua dinas tersebut tidak dapat dibenarkan dan tidak layak disebut sebagai keberhasilan kebijakan. Dalam perspektif kebijakan publik dan hukum administrasi negara, kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian program yang telah direncanakan dan disahkan melalui APBD gagal dijalankan secara efektif, sehingga merugikan masyarakat luas.

Pada sektor pendidikan, rendahnya realisasi anggaran berimplikasi serius terhadap terhambatnya pemenuhan hak konstitusional warga negara atas pendidikan yang layak, mulai dari kualitas sarana dan prasarana, mutu pembelajaran, hingga dukungan terhadap tenaga pendidik sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.

Sementara itu, pada sektor pertanian, PMII menilai persoalannya jauh lebih fundamental. Karawang merupakan lumbung padi nasional dengan mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan posisi strategis tersebut, petani seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan dan perawatan infrastruktur pertanian.

Tidak optimalnya realisasi anggaran Dinas Pertanian berdampak langsung pada mandeknya pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, sarana pascapanen, serta dukungan produksi pertanian. Padahal, infrastruktur pertanian merupakan kunci peningkatan produktivitas, kesejahteraan petani, serta instrumen utama dalam pengentasan kemiskinan struktural di Karawang.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Cabang PMII Karawang menegaskan:

“Karawang adalah lumbung padi nasional. Ketika anggaran pertanian tidak direalisasikan secara optimal, maka yang dikorbankan bukan hanya program, tetapi nasib petani dan arah pembangunan daerah. Jika sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar justru diabaikan, maka wajar jika kemiskinan terus direproduksi dari tahun ke tahun.”

Ia menambahkan:

“Pendidikan dan pertanian adalah fondasi. Jika dua sektor ini gagal dikelola secara serius, maka pembangunan Karawang akan berjalan tanpa arah dan hanya melahirkan ketimpangan sosial baru.”

Dalam kerangka good governance, pengelolaan APBD wajib berlandaskan asas efektivitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, PMII menegaskan bahwa persoalan ini tidak dapat direduksi sebagai kesalahan teknis dinas semata, melainkan merupakan persoalan struktural yang mencerminkan lemahnya fungsi perencanaan, pengendalian, dan pengawasan kebijakan di tingkat pimpinan daerah.

Atas dasar tersebut, PMII secara tegas memperingatkan Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang untuk:

1. Melakukan evaluasi menyeluruh, objektif, dan terbuka terhadap kinerja Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian;

2. Mengambil langkah korektif serta menjatuhkan sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan apabila ditemukan kelalaian dan kegagalan kinerja;

3. Menjamin keterbukaan data dan informasi realisasi anggaran sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Sebagai penutup, Ketua Cabang PMII menegaskan komitmen organisasi:

“PMII berkomitmen membangun kota dan merawat desa sebagai satu kesatuan pembangunan yang berkeadilan. Ketika pendidikan terhambat dan petani terabaikan, maka yang gagal bukan hanya program, tetapi arah pembangunan itu sendiri. Karawang tidak membutuhkan slogan, melainkan kebijakan yang nyata, berpihak pada rakyat, dan bertanggung jawab secara hukum dan moral.”

PMII menegaskan bahwa WARNING AKADEMIS ini merupakan bentuk tanggung jawab intelektual dan kontrol demokratis mahasiswa untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap berada dalam koridor hukum, akuntabilitas, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas. (Rul/red).

Selasa, 09 Desember 2025

Syarif Hidayat Kuasa Hukum Neni Bacakan Nota Pembelaan di Persidangan

KARAWANG | Mediasinfo.net - Kasus dugaan penggelapan mobil yang dituduhkan kepada Neni seorang ibu menyusui yang sempat menyita perhatian publik kini memasuki babak pembelaan dalam persidangan pidana di mana penasihat hukumnya Syarif Hidayat, SH membacakan nota pembelaan (pledoi/pleidoi) sebagai tanggapan atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), bertujuan untuk membantah dakwaan, memohon keringanan hukuman, atau bahkan pembebasan dengan menyajikan argumen hukum dan fakta yang meringankan terdakwa. Selasa (9/12/2025).

Sebelumnya, Neni dalam kedudukan sebagai tersangka sempat menjadi tahanan pengadilan negeri Karawang. Kuasa hukum Neni mengajukan permohonan agar kliennya tidak ditahan, mengingat tersangka sedang memiliki anak yang masih kecil dan masih membutuhkan susu ibunya sebagai asupan pokok. Hakim mengabulkan permohonan tersebut, dengan membebaskan Neni selama persidangan.

" Sidang pembelaan klien kami sodara Neni dengan membacakan nota pembelaan yang intinya pernyataan hukum bahwa dalam kasus ini terdakwa tidak memiliki niat jahat (mensrea) sehingga patut majlis hakim memberikan putusan bebas dari segala tuntutan." Ucap Syarif Hidayat kepada mediasinfo.net usai sidang.

Neni didakwa dengan tuduhan pelanggaran Undang-undang Jaminan Fidusia (UU Nomor 42 tahun 1999) pasal 36 dengan tuntutan hukuman percobaan selama 3 bulan. Neni saat ini tidak ditahan. (Jide).

Rabu, 03 Desember 2025

Dukung Ketahanan Pangan Lokal, BUMDes Anggadita Bersama Polri Lakukan Panen Raya Jagung Hibrida

KARAWANG | Mediasinfo.net - Program ketahanan pangan tahun 2025 di Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang, menunjukkan hasil nyata dengan dilaksanakannya panen raya jagung hibrida. 

Kegiatan yang berlokasi di Dusun Sukajaya ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Anggadita Juara, Pemerintah Desa, dan Kepolisian Sektor (Polsek) Klari.

Panen ini menjadi simbol keseriusan Desa Anggadita dalam mengimplementasikan program ketahanan pangan yang tahun ini mencakup sektor perikanan, pertanian, perkebunan jagung, dan peternakan domba.

Yusup Zayadi, Ketua BUMDes Anggadita Juara, menegaskan pentingnya program ini bagi kesejahteraan warga.

"Program ketahanan pangan di bumi Anggadita pada tahun 2025 ini merupakan kolaborasi antara BUMDes, Pemerintah Desa, dan instansi Polri, khususnya Polsek Klari, untuk bisa panen jagung hibrida. Program ketahanan pangan tahun ini terdiri dari perikanan, pertanian, perkebunan jagung, dan hewan ternak domba," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.

 "Keterlibatan masyarakat dalam BUMDes ini sangat penting. Program ini cukup mendukung ekonomi, dan menjadi wadah yang sekiranya bisa membantu kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang ekonomi," tegasnya.

Salah satu petani pengelola, Pak Udi, menjelaskan proses penanaman yang memakan waktu cukup lama.

"Seumur jagung ini hampir menelan waktu tiga bulan setengah. Kalau cuaca panasnya bagus, bisa 100 hari (panen). Kalau dibanding dengan biaya, memang cukup lumayan. Jagung hibrida ini khusus digunakan untuk pakan ternak, seperti pakan ayam dan merpati. Tidak bisa untuk konsumsi manusia, paling hanya bisa buat campuran kopi seperti yang sering kita dengar," jelas Pak Udi.

Pak Udi menambahkan bahwa dibandingkan jagung manis yang hanya memerlukan dua bulan setengah, masa tanam jagung hibrida lebih lama. Namun, jagung jenis ini disebut memiliki keunggulan karena tidak rentan terhadap hama.

Penanaman jagung hibrida ini merupakan pengalaman pertama (pemula) di lahan Dusun Sukajaya. 

Lahan yang dipanen hari ini adalah seluas 1.500  meter persegi. Selain itu, ada juga lahan milik warga lain seluas sekitar 2.500 hingga 3.000 meter persegi yang turut serta dalam program ini.

Program ini didukung penuh oleh berbagai pihak. "Kami dibantu oleh Polsek, BUMDes, dan dari Bulog juga katanya akan menerima hasilnya. Kami juga didorong dan dibantu dengan obat-obatan serta pendampingan dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dari Dinas Pertanian," tutup Pak Udi.

Sinergi antara BUMDes Anggadita Juara, Pemerintah Desa, dan aparat penegak hukum dalam program ketahanan pangan ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain dalam upaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. (jide).
© Copyright 2019 Mediasinfo.net | All Right Reserved